Studi#2 Kami Sudah Punya BPJS. Sampai Akhirnya Kami Menyadari Ada Risiko Yang Tidak Ditanggung
Perencanaan Keuangan

Studi#2 Kami Sudah Punya BPJS. Sampai Akhirnya Kami Menyadari Ada Risiko Yang Tidak Ditanggung

Mereka merasa aman karena sudah memiliki BPJS. Namun sebuah pertanyaan sederhana mengungkap risiko finansial yang selama ini tidak pernah mereka perhitungkan. Pelajari Financial Bug #2 yang sering terjadi pada keluarga Indonesia.

TI

Ditulis Oleh

Tim Proteksipro

Dipublikasikan: 23 Jun 2026
Diperbarui: 06 Nov 2026
Estimasi baca: 2 mnt
Perencanaan Keuangan
Proteksi Aset
Asuransi Kesehatan
Topik:
#BPJS#pemerintah#biaya rumah sakit#perencanaan keuangan#keluarga indonesia#kesehatan#BPJS gratis

Profil Singkat

  • Ayah: 40 tahun (Pemilik Toko Klontong)
  • Ibu: 32 tahun (Ibu Rumah Tangga)
  • 1 anak usia 8 tahun 
  • Tinggal di Tangerang
  • Penghasilan keluarga: Rp18 juta per bulan
  • Memiliki BPJS aktif

"Kami Rasa Sudah Aman"

Ketika pertama kali berdiskusi, Pak Andi (nama samaran) terlihat cukup tenang.

Ia dan keluarganya sudah memiliki BPJS yang aktif selama bertahun-tahun.

Menurutnya, jika suatu hari ada masalah kesehatan, biaya rumah sakit sudah memiliki solusi.

"Kalau soal berobat, saya rasa aman. Kami sudah punya BPJS."

Jawaban tersebut terdengar masuk akal.

Dan sebenarnya juga benar.

BPJS memang memberikan perlindungan kesehatan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.

Namun ada satu pertanyaan yang kemudian muncul.

Pertanyaan Yang Mengubah Diskusi

Saya bertanya:

"Jika Bapak harus berhenti bekerja selama satu tahun karena sakit, bagaimana kondisi keuangan keluarga?"

Beliau terdiam beberapa saat. Kemudian menjawab:

"Saya belum pernah menghitungnya."

Dan ternyata itulah titik awal munculnya sebuah Financial Bug.

Ketika Risiko Tidak Berhenti Di Rumah Sakit

Selama ini fokus keluarga hanya pada biaya pengobatan.

Padahal ketika pencari nafkah mengalami sakit serius, sering kali ada risiko lain yang muncul secara bersamaan.

Misalnya:

  • Penghasilan berhenti sementara.
  • Cicilan rumah tetap berjalan.
  • Biaya sekolah anak tetap harus dibayar.
  • Kebutuhan sehari-hari tetap ada.

Rumah sakit mungkin ditanggung dengan menggunakan BPJS.

Tetapi kehidupan keluarga tetap membutuhkan biaya setiap bulan.

Simulasi Sederhana

Penghasilan keluarga:

Rp18 juta per bulan

Pengeluaran rutin:

  • Cicilan rumah: Rp4 juta
  • Pendidikan anak: Rp 2 juta
  • Kebutuhan rumah tangga: Rp7 juta
  • Tabungan: Rp 2 juta
  • Lain-lain: Rp3 juta

Total kebutuhan:

Rp18 juta per bulan

 

Jika pencari nafkah tidak dapat bekerja selama 12 bulan:

Berapa penghasilan yang masih masuk?

Jawabannya:

Hampir tidak ada.

Dan inilah risiko yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan.

Artikel Terkait