Profil Singkat
- Usia: 45 tahun
- Menikah
- 3 anak: usia 6 tahun, 10 tahun, 15 tahun
- Tinggal di Jakarta Selatan
- Penghasilan keluarga: Rp35 juta per bulan
- Cicilan rumah: Rp7 juta per bulan
- Memiliki kendaraan pribadi
- Memiliki tabungan dan investasi
"Saya Rasa Kondisi Keuangan Kami Sudah Aman"
Ketika pertama kali berdiskusi, Pak Raden (nama samaran) terlihat cukup percaya diri.
Hal itu wajar.
Selama lebih dari 15 tahun bekerja, kariernya berkembang dengan baik.
Penghasilannya meningkat hampir setiap tahun.
Rumah sudah dimiliki.
Kendaraan tersedia.
Anak-anak bersekolah dengan baik.
Bahkan keluarga juga sudah memiliki tabungan dan investasi.
Dari luar, hampir tidak ada masalah yang terlihat.
Pertanyaan Yang Tidak Pernah Dihitung
Dalam sesi diskusi, muncul sebuah pertanyaan sederhana.
"Jika penghasilan utama keluarga berhenti besok, berapa lama kondisi keuangan keluarga dapat bertahan?"
Pertanyaan tersebut terdengar sederhana.
Namun ternyata belum pernah dihitung sebelumnya.
Karena selama ini fokus keluarga adalah meningkatkan penghasilan dan membangun aset.
Bukan menghitung ketergantungan terhadap sumber penghasilan utama.
Simulasi Sederhana
Pengeluaran keluarga setiap bulan:
- Cicilan rumah: Rp7 juta
- Pendidikan anak: Rp6 juta
- Kebutuhan rumah tangga: Rp10 juta
- Transportasi dan utilitas: Rp4 juta
- Orang Tua: Rp 3 juta
- Saving: Rp 2 juta
- Lain-lain: Rp 3 juta
Total:
Rp33 juta per bulan
Artinya hampir seluruh gaya hidup dan kebutuhan keluarga ditopang oleh satu sumber penghasilan.
Selama penghasilan tersebut terus berjalan, semuanya terlihat aman.
Namun jika sumber penghasilan itu berhenti, dampaknya akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga.