Profil Singkat
- Ayah usia 40 tahun (Karyawan - Jabatan Asisten Manager)
- Ibu usia 35 tahun (Ibu Rumah Tangga)
- 2 anak : usia 10 tahun dan usia 6 tahun
- Tinggal di Bekasi
- Penghasilan keluarga: Rp25 juta per bulan
- Dana darurat: Rp150 juta
- Memiliki rumah dengan cicilan berjalan
- Memiliki kendaraan mobil dengan cicilan berjalan
"Kami Sudah Menyiapkan Dana Darurat"
Ketika pertama kali berdiskusi, Pak Budi (nama samaran) terlihat cukup percaya diri dengan kondisi keuangan keluarganya.
Alasannya sederhana.
Mereka memiliki dana darurat sekitar Rp150 juta.
Menurutnya, jumlah tersebut sudah cukup untuk menghadapi berbagai situasi yang tidak terduga.
"Kalau terjadi sesuatu, kami masih punya dana darurat."
Pernyataan itu memang benar.
Dana darurat adalah salah satu fondasi penting dalam perencanaan keuangan keluarga.
Namun ada satu pertanyaan yang kemudian muncul.
Sebuah Pertanyaan Sederhana
Saya bertanya:
"Jika Bapak tidak bisa bekerja selama lebih dari satu tahun, apa yang akan terjadi setelah dana darurat habis?"
Beliau terdiam sejenak.
Karena selama ini fokusnya adalah mengumpulkan dana darurat.
Bukan menghitung berapa lama risiko dapat berlangsung.
Ketika Risiko Berlangsung Lebih Lama Dari Perkiraan
Banyak orang berasumsi bahwa masalah keuangan biasanya selesai dalam beberapa bulan.
Padahal kenyataannya tidak selalu demikian.
Seseorang yang mengalami:
- Penyakit kritis
- Kecelakaan serius
- Masa pemulihan panjang
bisa membutuhkan waktu lebih dari satu tahun sebelum kembali bekerja secara normal.
Dalam kondisi seperti itu, pengeluaran keluarga tetap berjalan.
Simulasi Sederhana
Pengeluaran rutin keluarga:
- Cicilan rumah: Rp5 juta
- Cicilan mobil: Rp3 juta
- Pendidikan anak: Rp3 juta
- Kebutuhan rumah tangga: Rp8 juta
- Transportasi dan utilitas: Rp2 juta
Total:
Rp23 juta per bulan
Dana darurat yang tersedia:
Rp150 juta
Maka daya tahan dana darurat:
Rp150 juta ÷ Rp23 juta ≈ 6,5 bulan
Ternyata masih jauh dari ideal, yaitu 12 bulan.
Dan itu belum memperhitungkan biaya tambahan yang mungkin muncul akibat kondisi kesehatan atau keadaan darurat lainnya.